oleh

Lapas Muara Teweh Bekali WBP Keahlian Otomotif, Siapkan Modal Kerja Setelah Bebas

banner 468x60

Muara Teweh, Baritoraya.com – Masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus diarahkan agar memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah satunya melalui bimbingan kemandirian bidang otomotif. Jajaran pembinaan kemandirian Lapas Muara Teweh memberikan pelatihan perbaikan dan servis mobil kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (5/10/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus persiapan reintegrasi sosial bagi warga binaan. Keahlian yang diberikan diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka kembali mencari pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri.

Pelatihan tidak hanya dilakukan dalam bentuk teori. Para WBP juga mendapatkan kesempatan untuk langsung mempraktikkan materi yang diberikan dengan pendampingan instruktur berpengalaman dan petugas pembinaan.

Berbagai materi teknis diperkenalkan, mulai dari mengenali komponen mesin kendaraan roda empat, mendeteksi kerusakan ringan, melakukan perawatan berkala hingga menangani sistem kelistrikan dan mesin mobil.

Antusiasme terlihat dari keterlibatan warga binaan selama mengikuti proses pembelajaran. Mereka diarahkan untuk memahami teknik dasar otomotif sekaligus membangun kemampuan praktik yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Kalapas Muara Teweh Halasson Sinaga mengatakan keterampilan otomotif dipilih karena memiliki peluang yang cukup luas untuk diterapkan ketika warga binaan kembali ke masyarakat.

“Pelatihan keterampilan di bidang otomotif, khususnya perbaikan mobil, dipilih karena memiliki prospek kerja yang sangat baik dan dibutuhkan di tengah masyarakat. Melalui program ini, para warga binaan tidak hanya diisi dengan kegiatan yang produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga ditempa agar kelak memiliki kompetensi dan portofolio keahlian mandiri yang dapat diandalkan untuk mencari nafkah secara halal setelah bebas nanti,”  ujarnya.

Halasson menerangkan pembinaan tersebut menunjukkan bahwa program pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan kemampuan yang bisa digunakan dalam kehidupan setelah bebas.

“Keterampilan perbaikan kendaraan menjadi salah satu pilihan karena kebutuhan terhadap jasa otomotif terus ada di masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mempunyai alternatif untuk memasuki dunia kerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ungkapnya.

Melalui pelatihan berbasis praktik, Lapas Muara Teweh berupaya menciptakan proses pembinaan yang lebih aplikatif. WBP tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman teknis yang dapat menjadi bagian dari portofolio keterampilan mereka.

Program ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat kesiapan warga binaan menghadapi fase kehidupan setelah menjalani masa pidana, sehingga mereka memiliki keterampilan produktif dan dapat kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (Rizal)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *