Muara Teweh, Baritoraya.com – Kasus dugaan penipuan berkedok arisan kembali mencuat di Kabupaten Barito Utara. Seorang wanita berinisial KK dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga mengelola arisan bodong yang merugikan sejumlah korban hingga ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun, korban dalam kasus ini mencapai hampir lima orang yang berasal dari berbagai wilayah di Barito Utara. Para korban mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat yang ditawarkan oleh terlapor.
Salah satu korban berinisial AP mengungkapkan, dirinya mengalami kerugian hingga Rp145 juta setelah mengikuti arisan yang ditawarkan KK melalui komunikasi WhatsApp. Ia awalnya dijanjikan keuntungan dari arisan senilai Rp100 juta dalam waktu tertentu.
“Karena percaya, saya mentransfer uang beberapa kali. Namun hingga jatuh tempo, uang tersebut tidak pernah dibayarkan,” ujarnya usai melaporkan peristiwa ini ke Mapolres setempat, Senin (27/4/2026).
Korban lainnya juga melaporkan kejadian serupa berinisial HL. Dalam surat pengaduan yang disampaikan ke Polres Barito Utara, disebutkan bahwa terlapor sempat meminjam uang dengan alasan untuk membeli slot arisan dari pihak lain, disertai janji keuntungan dalam waktu singkat.
Namun setelah dana diserahkan, pembayaran yang dijanjikan tidak terealisasi. Bahkan, komunikasi dengan terlapor terputus dan nomor yang bersangkutan tidak lagi aktif.
Total kerugian dari para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Para korban pun berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau arisan dengan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat, terutama yang dilakukan secara online tanpa jaminan yang jelas. (Tim)













Komentar