Muara Teweh, Baritoraya.com – Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tidak hanya diarahkan pada keterampilan, tetapi juga penguatan mental dan spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Khusus warga binaan di blok wanita, pembinaan kerohanian dilakukan melalui pengajian rutin yang menghadirkan penceramah dan ustadzah dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan tersebut berlangsung di area blok wanita Lapas Muara Teweh, Senin (5/10/2026), dengan diikuti para WBP secara khusyuk dan antusias.
Pengajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan serta sesi tanya jawab mengenai tata cara beribadah dan pembentukan akhlak.
Materi keagamaan disampaikan dengan pendekatan yang sejuk dan menenangkan. Para warga binaan diajak untuk melakukan introspeksi terhadap diri sendiri serta meningkatkan amal ibadah selama menjalani masa pidana.
Bagi Lapas Muara Teweh, pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan karena menyentuh aspek mental dan karakter warga binaan.
Kalapas Muara Teweh Halasson Sinaga mengatakan pembinaan keagamaan diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap perubahan sikap dan kesadaran spiritual para WBP.
“Program pembinaan kerohanian Islam memegang peranan yang sangat krusial dalam membentuk mental yang tangguh serta membersihkan hati para warga binaan dari rasa penyesalan yang berlebihan. Pembekalan nilai-nilai keagamaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual yang mendalam, sehingga para WBP dapat memperbaiki diri, bertaubat, serta siap kembali menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat di tengah masyarakat kelak,” ujar Kalapas.
Kegiatan pengajian tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan penguatan secara spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Nilai-nilai agama yang disampaikan diharapkan dapat membantu warga binaan membangun pola pikir yang lebih positif, memperkuat kesadaran diri dan mendorong perubahan perilaku.
Sinergi dengan Kemenag Kabupaten Barito Utara juga menjadi bagian dari upaya Lapas Muara Teweh menghadirkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan dan merata bagi warga binaan.
Melalui pembinaan mental dan spiritual tersebut, Lapas Muara Teweh berupaya mempersiapkan WBP agar tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki kesiapan moral dan kepribadian ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga serta menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (Rizal)













Komentar