oleh

Era Digital Kian Cepat, Meutya Hafid Minta Jurnalis Senior Jadi Penjaga Etika Media

-Pendidikan-22 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Baritoraya.com – Di tengah derasnya arus informasi digital, peran jurnalis senior dinilai semakin penting dalam menjaga kualitas dan standar kerja jurnalistik. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang dimiliki jurnalis senior harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Ia menyoroti perubahan signifikan dalam pola produksi berita yang kini lebih mengedepankan kecepatan dan viralitas.

“Dulu ada jeda untuk riset dan verifikasi, sekarang hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan,” ujarnya.

Menurut Meutya, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas informasi jika tidak diimbangi dengan prinsip dasar jurnalistik seperti verifikasi, akurasi, dan keberimbangan. Ia menekankan bahwa alasan mengejar viralitas tidak boleh mengorbankan nilai-nilai utama dalam dunia jurnalistik.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya transfer pengetahuan dari jurnalis senior kepada generasi muda. Tanpa proses tersebut, akan muncul kesenjangan antara standar jurnalistik yang ideal dengan praktik di lapangan saat ini.

“Integritas, proses verifikasi, dan keberanian berdiri di sisi kebenaran adalah fondasi yang tidak boleh bergeser,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa perkembangan teknologi, meskipun membawa kemudahan, tidak boleh menggeser prinsip utama dalam profesi jurnalis. Justru, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pemberitaan.

Dengan demikian, kesinambungan antar generasi jurnalis menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media di era digital yang serba cepat ini.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *