oleh

Terangi Harapan Baru: Warga Murung Raya Akhirnya Rasakan Listrik 24 Jam Setelah Puluhan Tahun Hidup dalam Gelap

banner 468x60

Murung Raya, Baritoraya.com – Rasa haru dan bahagia menyelimuti ratusan warga Desa Hingan Tokung, Kabupaten Murung Raya, saat cahaya lampu pertama kali menerangi rumah mereka. Setelah puluhan tahun hidup dalam gelap, kini masyarakat di 22 desa di wilayah itu akhirnya menikmati listrik dari PT PLN (Persero) melalui Program Listrik Desa (Lisdes) yang resmi menyala sejak September 2025.

Sore itu, ketika saklar pertama ditekan dan lampu menyala serentak, suasana hening berubah menjadi sorak-sorai penuh sukacita. Anak-anak berlari kegirangan, orang tua menatap lampu dengan mata berkaca-kaca. Momen sederhana itu menjadi sejarah baru bagi masyarakat pedalaman Murung Raya daerah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah dengan rasio desa berlistrik terendah di Kalimantan Tengah.

“Ini bukan sekadar lampu yang menyala, tapi kehidupan baru bagi kami,” ujar Johan, warga Hingan Tokung yang kini bisa menyalakan kulkas dan belajar di malam hari bersama anaknya.

Sebelum listrik hadir, warga mengandalkan lampu minyak dan genset kecil yang hanya menyala beberapa jam setiap malam. Harga bahan bakar yang mahal membuat banyak keluarga harus hidup dalam gelap hampir setiap hari.
Anak-anak belajar dengan cahaya redup, sementara ibu rumah tangga memasak dan beraktivitas di bawah temaram api.

Kini, situasi itu berubah total. Lampu menyala sepanjang malam, warung-warung buka lebih lama, dan anak-anak bisa belajar dengan tenang. Bahkan beberapa warga mulai membuka usaha rumahan baru seperti penjual es, jasa fotokopi, dan warung kelontong yang menggunakan lemari pendingin.

“Dulu kami hanya bisa membeli es batu dari kota yang jaraknya puluhan kilometer. Sekarang kami bisa buat sendiri,” kata Ramlah, pedagang kecil di Desa Batu Tojah.

Program Lisdes PLN di Murung Raya berhasil menyambungkan aliran listrik ke lebih dari 22 desa terpencil, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan PLN UID Kalselteng (Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah).

Bupati Murung Raya Heriyus Midel Yoseph yang turut meresmikan penyalaan listrik pertama menyampaikan rasa syukurnya atas kerja keras PLN dan pemerintah dalam merealisasikan impian panjang masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Murung Raya, kami berterima kasih kepada PLN. Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi proyek kemanusiaan yang mengubah masa depan banyak keluarga,” ujar Heriyus haru.

Menurutnya, ketersediaan listrik di pedesaan bukan hanya soal penerangan, melainkan juga membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat.

“Ketika listrik masuk, anak-anak bisa belajar lebih lama, tenaga medis bisa bekerja lebih baik, dan pelaku usaha kecil bisa berkembang. Inilah bukti nyata pembangunan yang berpihak pada rakyat,” tambahnya.

Program Listrik Desa di Murung Raya menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan pemerataan energi nasional.
Selain menghadirkan listrik 24 jam, PLN juga mengedukasi warga agar bijak menggunakan listrik serta menjaga instalasi dengan aman.

Kepala Unit Pelaksana PLN Puruk Cahu, Fahri Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan pasokan listrik di wilayah baru tetap stabil.

“Kami tidak hanya ingin menyalakan listrik, tapi juga menjaga agar nyalanya terus menerangi kehidupan masyarakat,” katanya.

Dengan total ratusan kilometer jaringan distribusi yang dibangun melintasi desa-desa terpencil, kini warga tidak lagi khawatir akan gelap gulita di malam hari.

“Listrik adalah cahaya harapan. Kini Murung Raya tidak lagi tertinggal dalam gelap,” tutur Fahri.

Hadirnya listrik membawa perubahan besar di berbagai aspek kehidupan masyarakat Murung Raya. Sekolah-sekolah kini bisa menggunakan perangkat digital untuk belajar, puskesmas memiliki penerangan yang memadai, dan masyarakat mulai mengenal teknologi baru dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi warga yang selama ini hanya bermimpi, listrik bukan sekadar penerangan melainkan simbol kemajuan dan keadilan sosial.

“Selama ini kami menunggu, sekarang akhirnya terang datang. Terima kasih PLN dan pemerintah,” ujar Rosita, warga Desa Batu Tojah sambil tersenyum bahagia.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *