oleh

Lapas Muara Teweh Pastikan Tak Ada Fasilitas Khusus dan Perlakuan Istimewa bagi WBP

banner 468x60

Muara Teweh, Baritoraya.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memperketat pengawasan terhadap lingkungan blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pengawasan dilakukan bukan hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga untuk memastikan tidak ada fasilitas khusus, barang terlarang maupun perlakuan istimewa terhadap warga binaan.

Hal itu terlihat saat Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Muara Teweh Halasson Sinaga bersama jajaran pejabat struktural melakukan kontrol keliling atau trolling ke seluruh area blok hunian, Senin (05/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) dan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) turun langsung menyusuri kamar serta berbagai sudut blok hunian.

Pemeriksaan dilakukan untuk melihat secara nyata kondisi lingkungan Lapas sekaligus memastikan seluruh fasilitas dan sarana yang digunakan warga binaan berada dalam kondisi layak.

Kalapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, mengatakan kegiatan trolling gabungan pimpinan struktural dilakukan secara menyeluruh.

“Kegiatan trolling gabungan pimpinan struktural ini dilakukan dengan menyusuri setiap kamar dan sudut blok hunian secara teliti,” ujar Halasson Sinaga.

Ia menjelaskan, pemeriksaan juga diarahkan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pemberian fasilitas maupun perlakuan terhadap warga binaan.

“Sasaran utama pengecekan meliputi pemeriksaan kondisi fisik bangunan, kelayakan sarana kamar, serta memastikan secara nyata bahwa tidak ada bentuk penyimpangan berupa penyediaan fasilitas khusus, barang-barang terlarang, maupun perlakuan istimewa bagi warga,” jelasnya.

Menurut jajaran Lapas Muara Teweh, kontrol langsung tersebut penting untuk memastikan penerapan aturan berjalan secara konsisten di seluruh blok hunian.

Dengan turun langsung ke lapangan, pimpinan Lapas dapat melihat kondisi sebenarnya yang dihadapi warga binaan, mulai dari kondisi kamar, fasilitas hingga situasi keamanan lingkungan hunian.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Setiap kondisi yang berpotensi menimbulkan persoalan dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.

Pengawasan juga menjadi bentuk komitmen Lapas Kelas IIB Muara Teweh dalam membangun tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan dan berkeadilan.

Prinsip kesetaraan menjadi salah satu perhatian dalam kontrol tersebut. Seluruh warga binaan diharapkan memperoleh pelayanan dan perlakuan sesuai ketentuan tanpa adanya perbedaan berdasarkan kepentingan tertentu.

Dengan pola pengawasan yang dilakukan secara langsung dan berkala, Lapas Muara Teweh berupaya menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan. (Rizal)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *