Muara Teweh, Baritoraya.com – Semangat kemerdekaan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara tidak hanya dimaknai melalui seremoni peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menerjemahkan semangat tersebut dalam agenda pembangunan yang diarahkan untuk menjawab persoalan kemiskinan, keterisolasian dan ketertinggalan.
Komitmen itu disampaikan Shalahuddin saat memberikan sambutan pada Resepsi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Muara Teweh, Senin (17/8/2026) malam.
Menurutnya, tantangan pembangunan di era kemerdekaan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen daerah. Pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha hingga masyarakat memiliki peran dalam memastikan pembangunan memberikan perubahan nyata.
“Kalau 81 tahun yang lalu Republik ini berjuang memerdekakan dari penjajahan, hari ini kita semua, seluruh stakeholder, DPRD, Forkopimda dan semua yang hadir, kita berjuang juga memerdekakan Kabupaten Barito Utara ini dari kemiskinan, dari keterisolasian, dari kebodohan,” ujar H. Shalahuddin.
Untuk menerjemahkan semangat tersebut ke dalam program pembangunan, Pemkab Barito Utara mengusung Program Gaspol 11-12, yang terdiri dari 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas.
Program tersebut diposisikan sebagai salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan selama masa kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan.
Shalahuddin menekankan, program pemerintah tidak boleh berhenti pada perencanaan maupun target administratif. Masyarakat harus dapat melihat dan merasakan perubahan dari pelaksanaan program tersebut.
“Makanya 11-12 Gaspol, di mana 11 adalah program unggulan dan 12 kegiatan prioritas. Kami berharap, dalam kepemimpinan yang kedua, saya dan Pak Wakil selama lima tahun nanti akan terlihat progresnya,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan pembangunan akan dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Setiap perangkat daerah diminta menjalankan tugas sesuai kewenangan dan berkontribusi terhadap target pembangunan yang telah ditetapkan.
Bupati berharap semangat mempercepat pembangunan dapat menjadi gerakan bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi Barito Utara.
“Bahwa kemerdekaan itu insya Allah ada progresnya untuk Kabupaten Barito Utara,” tegasnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam mengawal implementasi Gaspol 11-12. DPRD, Forkopimda, pelaku usaha, organisasi masyarakat dan masyarakat luas diharapkan ikut memberikan dukungan sekaligus mengawal pembangunan.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen untuk menghadirkan perubahan di tingkat daerah.
Melalui Gaspol 11-12, Pemkab Barito Utara menargetkan pembangunan yang lebih terarah dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan serta membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang pembangunan.














Komentar