Muara Teweh, Baritoraya.com – Menghadapi musim kemarau ekstrem yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Multipersada Gatramegah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran kepada tujuh desa binaannya di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik kelapa sawit serta tergabung dalam Musim Mas Group tersebut menyerahkan sejumlah peralatan pemadam kebakaran untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.
Bantuan disalurkan kepada Desa Pendreh, Sei Rahayu 1, Sei Rahayu 2, Rimba Sari, Beringin Raya, Datai Nirui di Kecamatan Teweh Tengah, serta Desa Karamuan di Kecamatan Lahei Barat. Adapun sarana yang diberikan antara lain mesin Alkon, selang hisap, selang pemadam, nozzle, profil tank, serta masker.
Manager Humas PT Multipersada Gatramegah, Ibrahim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di wilayah desa binaan.
“Bantuan yang kami serahkan merupakan bentuk kepedulian perusahaan guna pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran yang mungkin saja terjadi di desa. Kami berharap dengan diberikannya bantuan ini dapat membantu warga apabila terjadi kebakaran,” ujar Ibrahim, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, selain peralatan pemadam, perusahaan juga memberikan masker kepada masyarakat. Bantuan tersebut dinilai penting mengingat kondisi kabut asap yang cukup pekat dapat mengganggu aktivitas warga, terutama saat berada di luar ruangan.
Sementara itu, Kepala Desa Pendreh, Ating J, yang mewakili tujuh kepala desa binaan PT Multipersada Gatramegah, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan terhadap kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Ia menilai keterlibatan perusahaan bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran di tingkat desa.
Ating juga mengatakan, selain memberikan bantuan peralatan pemadam kebakaran, perusahaan bersama pemerintah desa secara rutin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Plt. Camat Teweh Tengah, Dudy Bagus Prastyo. Ia mengucapkan terima kasih kepada PT Multipersada Gatramegah atas bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang diberikan kepada desa-desa binaan.
Dudy berharap keberadaan peralatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Ia juga mengingatkan agar seluruh peralatan yang telah diserahkan dijaga dan dirawat dengan baik karena merupakan aset desa.
“Peralatan yang sudah diberikan hendaknya dijaga dan dirawat, karena ini merupakan aset desa. Dengan demikian, apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, alat tersebut masih dapat digunakan,” pesannya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Teweh Tengah, Ari Indra Susilo Antasena. Ia mengapresiasi langkah PT Multipersada Gatramegah dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, perusahaan, aparat keamanan hingga masyarakat.
“Bencana kebakaran ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Bantuan yang telah diberikan perusahaan agar selalu dijaga sehingga apabila terjadi kebakaran, alat tersebut masih dapat digunakan,” katanya.
Dengan dukungan sarana pemadam kebakaran tersebut, pemerintah desa diharapkan semakin siap melakukan penanganan awal ketika muncul titik api sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di tengah kondisi kemarau ekstrem. (Rizal)



















Komentar