Muara Teweh, Baritoraya.com – Penutupan Konsultasi Publik RKPD Barito Utara Tahun 2027 menjadi momentum penegasan arah pembangunan yang lebih terstruktur dan pro-investasi. Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan menekankan bahwa percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan penyelesaian Detail Engineering Design (DED) menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam forum yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Barito Utara, Kamis (12/02/2026), Wakil Bupati menyampaikan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan perencanaan makro, tetapi harus diperkuat dengan dokumen teknis yang matang dan berbasis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data adalah pondasi peradaban. Tanpa angka yang jelas, pembangunan hanya menjadi asumsi. Kita ingin semua terukur dan berdampak,” tegasnya.
Menurutnya, RKPD 2027 Kabupaten Barito Utara harus mampu menjadi instrumen strategis yang menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus membuka ruang investasi baru. RDTR dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum tata ruang, sementara DED memastikan setiap proyek infrastruktur berjalan efektif dan efisien.
Wakil Bupati juga menginstruksikan perangkat daerah teknis agar mempercepat penyusunan DED jalan, jembatan, dan sarana publik lainnya agar konektivitas antarwilayah semakin kuat dan mendukung mobilitas ekonomi desa.
Selain itu, Sekretariat Daerah diminta memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait guna menyelaraskan program strategis pusat dan daerah. Camat serta lurah turut diarahkan menggandeng lembaga adat dan tokoh masyarakat untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program GASPOL 11.12 harus dibuktikan melalui capaian konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat Barito Utara.
Penutupan forum ini sekaligus menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang presisi, sinkron, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.


















Komentar