Muara Teweh, Baritoraya.com – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh mengikuti penyuluhan pendidikan pemilih berkelanjutan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai hak politik dan mekanisme pendataan pemilih.
Penyuluhan yang berlangsung di lapangan dalam Lapas Muara Teweh mulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari sinergi kedua instansi untuk mendukung pemenuhan hak konstitusional warga binaan dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan dihadiri jajaran komisioner dan tim sosialisasi KPU Barito Utara, serta pejabat struktural dan petugas registrasi maupun pengamanan Lapas Muara Teweh.
Para warga binaan mengikuti pemaparan materi dengan tertib dan antusias. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya kesadaran politik, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, serta persyaratan bagi warga binaan untuk dapat menggunakan hak pilih sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dalam sosialisasi tersebut, warga binaan juga mendapatkan penjelasan bahwa menjalani masa pidana tidak serta-merta menghilangkan hak politik seseorang. Namun, penggunaan hak pilih tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Sesi tanya jawab turut digelar untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan menyampaikan pertanyaan mengenai administrasi kependudukan, termasuk kepemilikan KTP elektronik (KTP-el) dan persyaratan pendataan pemilih.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh informasi yang jelas mengenai hak dan prosedur pemilihan, sehingga dapat berpartisipasi dalam pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalapas Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Barito Utara atas pelaksanaan pendidikan pemilih di lingkungan lapas.
“Kunjungan dan penyuluhan pendidikan pemilih berkelanjutan oleh KPU Barut di lapas hari ini merupakan langkah sinergis yang luar biasa dalam memastikan hak politik warga binaan tetap terlindungi dan terfasilitasi dengan baik. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan berkoordinasi secara aktif dengan KPU agar seluruh proses pemutakhiran data pemilih di Lapas Muara Teweh berjalan akurat, transparan, dan sukses tanpa kendala,” pungkas pihak lapas.
Halasson menegaskan, koordinasi antara Lapas Muara Teweh dan KPU Barito Utara penting untuk mendukung proses pemutakhiran data pemilih yang akurat sekaligus memastikan warga binaan mendapatkan informasi yang memadai mengenai hak politik mereka.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan terus berlanjut agar pendidikan demokrasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.



















Komentar