SpaceX semakin serius mengembangkan layanan internet satelit langsung ke ponsel. Perusahaan antariksa tersebut menargetkan peluncuran Starlink seluler generasi kedua pada 2027, dengan ambisi menghapus batas antara jaringan satelit dan seluler.
Informasi ini terungkap dari dokumen pengajuan SpaceX ke regulator komunikasi Amerika Serikat, FCC. Dalam rencana tersebut, Starlink generasi terbaru disebut mampu memberikan koneksi berkecepatan tinggi setara 5G, bahkan di wilayah yang selama ini tidak terjangkau jaringan seluler.
Starlink seluler generasi kedua dirancang memiliki daya tampung data jauh lebih besar, mencapai 100 kali lipat dibanding sistem saat ini. Teknologi ini diharapkan mampu mendukung konektivitas global tanpa perlu menara BTS atau infrastruktur darat.
Menurut David Goldman, Wakil Presiden Kebijakan Satelit SpaceX, inovasi ini akan mengubah cara manusia terhubung dengan internet.
“Pengguna tidak perlu menyadari apakah mereka terhubung ke jaringan darat atau satelit, karena pengalaman yang dirasakan akan sama,” ujarnya.
Namun, penerapan teknologi ini masih memerlukan dukungan ekosistem perangkat. Produsen ponsel harus menyesuaikan spesifikasi perangkat keras agar kompatibel dengan sinyal satelit Starlink.
Tak hanya itu, SpaceX juga terus mendorong FCC agar menyetujui peluncuran ribuan satelit tambahan guna memperkuat konstelasi Starlink di orbit rendah bumi. Jika mendapat lampu hijau, dominasi SpaceX dalam layanan internet satelit global diprediksi semakin sulit disaingi.














Komentar