Muara Teweh, Baritoraya.com – Pendidikan gratis, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ketahanan pangan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Barito Utara selama satu tahun pertama kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin, S.T., M.T., bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan.
Sejumlah program tersebut dipaparkan dalam pertemuan silaturahmi Bupati Barito Utara dengan pengurus Perkumpulan Wartawan Barito Utara (PEWARTA) di Rumah Jabatan Bupati, Senin (26/10/2026). Pertemuan itu juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Dalam pemaparan refleksi satu tahun kepemimpinan, pemerintah daerah menjelaskan pelaksanaan 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas yang diarahkan untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat perekonomian masyarakat.
Di sektor pendidikan, Program SI PINTAR atau Pendidikan Gratis 16 Tahun menjadi salah satu program yang dipaparkan. Pada fase pertama, program tersebut disebut telah menjangkau 28.067 pelajar dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk beasiswa pendidikan daerah. Bantuan ini mencakup jenjang D-III, S-1, pascasarjana S-2/S-3, hingga pendidikan profesi.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.
Pada sektor kesehatan, program yang dipaparkan meliputi layanan BPJS gratis bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan subsidi, penyaluran bantuan sosial secara terarah, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah juga merencanakan peningkatan status RSUD Muara Teweh dari tipe C menjadi tipe B. Selain itu, pembangunan rumah sakit penyangga tipe D di Kecamatan Gunung Timang, dengan lokasi yang direncanakan di Kandui, turut menjadi bagian dari agenda pengembangan pelayanan kesehatan.
Sementara di bidang infrastruktur, percepatan pembangunan Jembatan Lemo Seberang, Jembatan Lahei, dan Jembatan Sikan-Montallat di kawasan Tumpung Laung menjadi perhatian untuk memperkuat konektivitas wilayah.
Ketiga jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Dalam pemaparan program, pembangunan infrastruktur itu juga dikaitkan dengan target memangkas waktu perjalanan dari Muara Teweh menuju Palangka Raya menjadi sekitar empat jam.
Program infrastruktur lainnya meliputi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang direncanakan menjangkau sembilan kecamatan, pelebaran jalan dalam kota, penataan simpang empat jalan negara, serta pengembangan kawasan waterfront city.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah memaparkan dukungan berupa fasilitas alat berat untuk membantu produktivitas petani serta bantuan benih jagung hibrida untuk pengembangan lahan seluas 1.773 hektare.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga menyampaikan bahwa evaluasi berkala terus dilakukan melalui kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD). Evaluasi tersebut bertujuan memantau pelaksanaan program dan menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PEWARTA Barito Utara, M. Agustian Rajab, menekankan pentingnya peran media sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui langsung realisasi pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, hingga program kesejahteraan masyarakat yang berjalan selama satu tahun ini,” katanya.
Ia juga menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengawal informasi pembangunan daerah dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan edukasi sesuai kode etik jurnalistik.
“Melalui sinergi ini, diharapkan program-program unggulan pemerintah daerah dapat terpublikasi secara luas demi kemajuan dan transparansi publik di Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi mengenai perkembangan daerah dan sesi foto bersama di teras Rumah Jabatan Bupati.
Sinergi pemerintah daerah dan insan pers diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada publik, sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai program, capaian, serta rencana pembangunan Kabupaten Barito Utara.















Komentar