Muara Teweh, Baritoraya.com – Berbagai persoalan layanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Barito Utara yang pada Selasa (7/4/2026). Dewan menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
RDP tersebut dipimpin oleh Hj. Nety Herawati yang menyoroti langsung sejumlah keluhan masyarakat, terutama terkait kekurangan tenaga guru dan keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah desa.
Dalam pembahasan, DPRD mendorong agar penempatan guru PPPK paruh waktu dilakukan secara optimal sesuai kebutuhan sekolah. Hal ini penting untuk mengatasi kekosongan tenaga pengajar, khususnya di daerah terpencil.
Selain sektor pendidikan, permasalahan distribusi obat-obatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) juga menjadi perhatian serius. Hj. Nety Herawati menegaskan bahwa ketersediaan obat merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terabaikan.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan obat di fasilitas kesehatan. Ini harus menjadi prioritas utama Dinas Kesehatan,” tegasnya.
DPRD juga menyoroti minimnya tenaga medis di sejumlah Pustu yang berdampak pada terbatasnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.
Tak hanya itu, kualitas pelayanan di RSUD Muara Teweh turut menjadi sorotan. Dewan meminta adanya peningkatan pelayanan yang lebih ramah, profesional, serta menjaga kebersihan fasilitas kesehatan.
Dalam hal pelayanan BPJS, DPRD mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.
RDP ini menjadi bukti komitmen DPRD Barito Utara dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, sekaligus mendorong perbaikan nyata demi kesejahteraan masyarakat.

















Komentar