Muara Teweh, Baritoraya.com – Upaya membangun budaya literasi pada anak usia dini dinilai tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan di sekolah. Peran keluarga di rumah juga menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan membaca dan karakter anak sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, saat mengapresiasi kegiatan Pertemuan Pagi Ceria (PPC) di TK Melati Muara Teweh dan Bunda PAUD Bertutur di TK Wardatul Jannah yang dilaksanakan Jumat (17/7).
Menurut Nety, kegiatan yang dipimpin Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara, Ny. Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menunjukkan bahwa penguatan pendidikan anak usia dini dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan sekaligus memberikan nilai edukatif.
“Kami di Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara memberikan apresiasi atas konsistensi Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang sangat kuat. Pendidikan karakter dan budaya literasi memang harus dimulai sejak usia dini,” ujar Hj. Nety Herawati, Sabtu (18/7/2026).
Nety menilai kegiatan seperti doa bersama, gerak dan lagu, membaca nyaring hingga bercerita dapat menjadi sarana untuk membangun keberanian anak dalam berkomunikasi. Metode pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan juga dinilai dapat membuat anak lebih mudah menerima pengalaman baru.
Namun, menurutnya, pembentukan kebiasaan tersebut perlu dilanjutkan di lingkungan keluarga. Kebiasaan sederhana seperti membaca buku bersama, mendengarkan cerita atau mengajak anak berdiskusi dapat menjadi bagian dari proses membangun budaya literasi di rumah.
“Anak-anak yang sejak kecil dibiasakan membaca, berinteraksi, dan belajar dengan suasana yang menyenangkan akan memiliki kemampuan berpikir, kreativitas, serta karakter yang lebih baik ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.
Menurut Nety, pembangunan sumber daya manusia harus dipersiapkan sejak anak berada di bangku PAUD. Pendidikan pada tahap tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan sosial dan rasa percaya diri.
Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan gerakan literasi. Sekolah dapat menyediakan lingkungan belajar, namun pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di rumah akan memperkuat apa yang telah diperoleh anak di sekolah.
“Literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kebiasaan membaca di rumah. Jika sekolah, keluarga, dan pemerintah berjalan bersama, saya optimistis akan lahir generasi Barito Utara yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” ungkapnya.
Nety berharap kegiatan literasi dan pendidikan karakter yang digagas Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar tanpa merasa terbebani.
Ia juga menegaskan bahwa Komisi I DPRD Barito Utara akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan dan program yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya penguatan pendidikan anak usia dini.
Sebagai fondasi pendidikan, PAUD dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, dukungan sekolah, keluarga dan pemerintah perlu berjalan beriringan agar pembentukan karakter serta budaya literasi dapat tumbuh secara konsisten.














Komentar