Palangka Raya, Baritoraya.com – Sebanyak 300 peserta resmi lulus dalam kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Bidang Transportasi yang digelar di Palangka Raya, 10–12 Februari 2026. Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan kompetensi keselamatan lalu lintas, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Penutupan diklat dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Perhubungan dalam memperkuat kualitas SDM transportasi di daerah.
Diklat yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Mempawah tersebut mencakup tiga jenis pelatihan, yakni Diklat Keselamatan Berlalu Lintas (KBL), Diklat Pengemudi Angkutan Barang Berkeselamatan (PABB), serta Diklat Juru Parkir Berkeselamatan.
Masing-masing program diikuti 100 peserta dengan total 20 Jam Pelajaran (JP) yang memadukan teori dan praktik. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah menjalani evaluasi sesuai standar kompetensi.
Menurut Yulindra Dedy, penguatan kompetensi ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan transportasi sekaligus menciptakan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia kerja.
“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah nyata membangun SDM unggul yang mampu mendukung keselamatan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dengan meningkatnya kompetensi pengemudi, juru parkir, dan pelaku transportasi lainnya, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan sekaligus memperkuat sektor transportasi sebagai penopang aktivitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah.


















Komentar