oleh

LPT-IK Barito Utara Perkuat Konsolidasi, Evaluasi Pembinaan Umat dan Persiapan Festival 2027

banner 468x60

Muara Teweh, Baritoraya.com – Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Kabupaten Barito Utara menguatkan konsolidasi internal melalui Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan program strategis untuk meningkatkan pembinaan umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Utara.

Raker LPT-IK Barito Utara berlangsung selama tiga hari, 9–11 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan pembukaan di Gedung Balai Antang Muara Teweh, kemudian dilanjutkan di Gedung Tandak Banama Tingang, Kompleks Hindu Kaharingan Center.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan lima orang dari masing-masing kecamatan serta jajaran pengurus LPT-IK Kabupaten Barito Utara.

Ketua Panitia Raker LPT-IK Barito Utara, Aryosi Jiono, S.Pd, mengatakan forum tersebut memiliki peran penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus merumuskan agenda organisasi ke depan.

“Rapat kerja ini menjadi forum untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan, sekaligus menyusun dan menetapkan program kerja LPT-IK untuk 2026–2027,” kata Aryosi di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, evaluasi menjadi bagian penting agar program organisasi dapat disusun secara lebih terarah dan menyesuaikan dengan kebutuhan umat Hindu Kaharingan di wilayah Barito Utara.

Ketua LPT-IK Kabupaten Barito Utara, Ardiano S, Ag., M.Pd.H, menyampaikan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian dalam raker adalah evaluasi pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang sebelumnya digelar di Barito Utara.

Pada ajang tersebut, Barito Utara belum berhasil meraih predikat juara umum dan memperoleh predikat juara favorit.

Meski demikian, capaian tersebut dinilai tetap menjadi pengalaman penting bagi organisasi untuk memperbaiki pola pembinaan dan meningkatkan persiapan menghadapi agenda serupa pada tahun mendatang.

“Kita bersyukur atas capaian yang diperoleh. Namun, tentunya masih ada kekurangan yang harus kita evaluasi bersama agar ke depan pembinaan dan persiapan peserta bisa lebih maksimal,” ujar Ardiano.

Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menyangkut peserta festival, tetapi juga sistem pembinaan serta koordinasi kepengurusan LPT-IK dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu membangun pola pembinaan yang berkesinambungan sehingga kualitas peserta maupun organisasi dapat terus ditingkatkan.

Raker LPT-IK Barito Utara juga diarahkan untuk memperkuat peran organisasi dalam pembinaan, pengembangan serta pelestarian Tandak Intan Kaharingan sebagai bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Hindu Kaharingan.

Ardiano berharap berbagai rumusan yang dihasilkan dalam raker tidak berhenti sebatas agenda organisasi, tetapi dapat diwujudkan melalui program yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi umat.

“Kita ingin program yang disusun bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi umat Hindu Kaharingan di Barito Utara,” katanya.

Dengan adanya evaluasi dan konsolidasi tersebut, LPT-IK Barito Utara optimistis pelaksanaan program pembinaan ke depan dapat semakin terarah. Penguatan organisasi juga diharapkan menjadi modal untuk menghadapi berbagai agenda keagamaan dan kebudayaan, termasuk persiapan menuju Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2027 di Kota Palangka Raya. (Rizal)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *