Medan, Baritoraya.com – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengingatkan para kepala daerah untuk menjaga kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai kunci keberhasilan pembangunan sekaligus upaya pencegahan korupsi.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Hotel Santika Dyandra, Rabu (22/4/2026).
Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa kepala daerah memiliki peran strategis sebagai koordinator Forkopimda. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah dan mempercepat pembangunan.
“Tolong pahami posisi sebagai ketua Forkopimda untuk mengoordinasikan seluruh pimpinan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, daerah yang memiliki Forkopimda solid cenderung lebih cepat dalam menangani berbagai persoalan, mulai dari bencana hingga konflik sosial. Sebaliknya, lemahnya koordinasi dapat menghambat penyelesaian masalah di lapangan.
Selain itu, Tito juga mendorong kepala daerah untuk rutin membangun komunikasi, baik secara formal maupun informal, guna menjaga hubungan kerja yang harmonis antarinstansi.
Tak hanya soal koordinasi, Mendagri juga menyoroti persoalan korupsi yang masih terjadi di sejumlah daerah. Ia mengingatkan bahwa praktik korupsi dan pemborosan anggaran dapat merusak kepercayaan publik serta berdampak pada citra pemerintah daerah.
Menurutnya, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel agar pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Korupsi akan merusak sistem dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, integritas harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dengan penguatan koordinasi Forkopimda serta komitmen menjaga integritas, diharapkan pemerintah daerah mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.













Komentar