Muara Teweh, Baritoraya.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Gun Sriwitanto dari Fraksi Aspirasi Rakyat menegaskan pentingnya pemetaan sektor pertanian secara menyeluruh guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di DPRD setempat, Kamis (23/4/2026). Ia yang membidangi perekonomian dan keuangan serta menjadi mitra kerja Dinas Pertanian berharap pemerintah daerah segera melakukan pemetaan yang jelas terhadap seluruh potensi lahan.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memetakan secara detail mana lahan pangan, perkebunan, kehutanan, hingga sektor perikanan dan peternakan. Dengan begitu, perencanaan pembangunan akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemetaan tersebut juga penting untuk mengantisipasi potensi krisis pangan di masa mendatang. Menurutnya, daerah harus memiliki cadangan pangan yang cukup, bahkan idealnya mencapai minimal 30 hingga 60 persen dari kebutuhan.
“Kalau bisa lebih besar dari standar, tentu lebih baik. Ini penting agar kita siap menghadapi kemungkinan defisit pangan,” tegasnya.
Gun Sriwitanto juga menyoroti pentingnya optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada, khususnya di wilayah Montalat dan sekitarnya sebagai sentra padi sawah. Ia menilai intensifikasi lahan lebih efektif dibanding membuka lahan baru yang belum tentu produktif.
“Tidak semua lahan harus dibuka. Kalau tidak mendukung, lebih baik dimaksimalkan yang sudah ada. Ini soal efisiensi dan keberlanjutan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan pertanian, khususnya komoditas bawang merah yang telah terbukti berhasil.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix S. Tingan menyampaikan bahwa Nganjuk memiliki sistem pertanian yang terintegrasi dan mampu menjaga kualitas produksi secara konsisten meskipun menghadapi tantangan iklim.
Selain itu, rombongan juga meninjau fasilitas pengolahan beras modern guna melihat penerapan teknologi dalam sektor pangan. Hal ini diharapkan dapat diadopsi di Barito Utara untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.
Gun Sriwitanto menegaskan, hasil dari studi tiru tersebut harus ditindaklanjuti secara konkret oleh dinas terkait agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya belajar, tapi bagaimana kita menerapkan di daerah kita. Dengan begitu, petani tidak bingung dan pemerintah juga memiliki arah yang jelas dalam kebijakan,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan sektor pertanian Barito Utara semakin kuat, produktif, dan mampu menopang ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat. (Isk/Rzl/tim)













Komentar