Muara Teweh, Baritoraya.com – Terkait pemberitaan yang menyebutkan sejumlah pembangunan di Desa Muara Pari mangkrak, pihak pengelola pembangunan Balai Pertemuan Desa Muara Pari memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.
Pengelola pembangunan Balai Pertemuan Desa Muara Pari, Mardi, menegaskan bahwa proses pengerjaan bangunan tersebut hingga saat ini masih berjalan dan bahkan telah memasuki tahap akhir.
Menurutnya, foto yang beredar dan disebut sebagai bukti bangunan terbengkalai merupakan dokumentasi lama yang diambil sebelum proses pengerjaan berlangsung.
“Informasi yang beredar itu tidak benar. Pembangunan masih berjalan dan saat ini sudah hampir selesai. Foto yang beredar itu foto lama sebelum pekerjaan dilaksanakan,” jelas Mardi saat ditemui, Senin (16/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi Gedung Balai Pertemuan Desa Muara Pari dilakukan secara bertahap oleh pemerintah desa dan saat ini progres pembangunan telah mendekati tahap penyelesaian.
Bahkan, pihak pengelola menargetkan bangunan tersebut dapat rampung dan mulai digunakan oleh masyarakat sebelum Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah.
“Kami menargetkan pembangunan ini selesai dalam waktu dekat sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sebelum Idul fitri,” tambahnya.
Mardi juga meminta kepada semua pihak agar tidak menyebarkan informasi yang berlebihan atau tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia berharap masyarakat maupun pihak lain dapat melihat langsung perkembangan pembangunan yang saat ini hampir selesai dikerjakan.
“Kami berharap tidak ada pihak yang sengaja melebih-lebihkan kejadian ini. Pekerjaan masih berjalan dan segera selesai,” tegasnya.
Sebelumnya, muncul informasi yang menyebutkan sejumlah pembangunan di Desa Muara Pari, termasuk Balai Pertemuan Desa dan jembatan penyeberangan di Jalan Meranti RT 03, disebut belum selesai bahkan dinilai mangkrak.
Namun pihak pengelola menegaskan bahwa proyek tersebut tetap berjalan dan beberapa di antaranya mengalami keterlambatan karena faktor teknis di lapangan, seperti akses material yang cukup sulit menuju lokasi desa yang berjarak sekitar 11 kilometer dari jalan hauling PT Tamtama.
Pemerintah desa dan pihak pekerja berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Muara Pari.












Komentar