oleh

Mendagri Tegaskan Inflasi Januari 2026 Tak Ganggu Daya Beli, Daerah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

banner 468x60

Jakarta, Baritoraya.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa tingkat inflasi nasional pada Januari 2026 masih berada dalam kondisi yang aman dan tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap bersiaga menghadapi potensi kenaikan harga pangan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi secara year on year Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Mendagri menilai angka tersebut perlu dipahami secara utuh, mengingat penyumbang utama inflasi berasal dari sektor perumahan dan energi, khususnya penyesuaian tarif listrik.

“Secara faktual, tidak terjadi lonjakan harga barang dan jasa yang membebani masyarakat. Bahkan, inflasi bulanan Januari 2026 justru mengalami deflasi sebesar 0,15 persen,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, deflasi tersebut mencerminkan stabilitas pasokan dan terkendalinya harga kebutuhan pokok setelah periode Natal dan Tahun Baru. Komoditas makanan, minuman, dan tembakau tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan harga.

Meski kondisi nasional terbilang kondusif, Mendagri mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lengah. Sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, cabai merah, beras, dan bawang putih perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca dan distribusi.

Dalam forum tersebut, Mendagri juga mendorong daerah untuk memperkuat cadangan pangan dan meningkatkan produksi lokal sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga. Langkah ini dinilai penting terutama bagi wilayah yang rawan gangguan logistik.

“Ketahanan pangan daerah menjadi kunci agar masyarakat tetap terlindungi, meskipun terjadi gangguan pasokan atau bencana,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh perwakilan kementerian, lembaga, serta jajaran pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Pemerintah pusat berharap pengendalian inflasi dapat berjalan efektif melalui sinergi kebijakan antara pusat dan daerah.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *