Muara Teweh, Baritoraya.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai mempersiapkan rencana pembangunan Jembatan KH Hasan Basri II sebagai langkah antisipasi terhadap keterbatasan usia teknis jembatan yang saat ini melintasi Sungai Barito di Muara Teweh.
Bupati Barito Utara Shalahuddin menyampaikan, umur teknis Jembatan KH Hasan Basri yang dibangun pada awal 1990-an diperkirakan hanya tersisa sekitar 9 hingga 11 tahun. Oleh sebab itu, persiapan pembangunan jembatan pengganti harus dilakukan sejak dini tanpa mengganggu operasional jembatan lama.
“Desainnya tidak perlu mewah. Yang terpenting adalah fungsi, kekuatan, serta daya dukungnya, terutama untuk aktivitas angkutan sungai termasuk kapal dan tongkang batu bara,” ujar Shalahuddin.
Ia menegaskan, pembangunan Jembatan KH Hasan Basri II tidak akan membebani APBD secara langsung. Skema konsorsium akan digunakan, sementara pemerintah daerah berperan dalam aspek teknis, perencanaan, serta pengawasan sesuai regulasi.
Selain itu, Bupati meminta agar studi kelayakan (FS), engineering design, dan dokumen teknis lainnya segera diperbarui serta dikonsultasikan ke kementerian terkait agar proses pembangunan berjalan lancar dan terencana.
Jembatan KH Hasan Basri merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Barito Utara dengan Murung Raya serta akses menuju Palangka Raya dan Banjarmasin. Seiring meningkatnya lalu lintas darat dan sungai, keberadaan jembatan baru dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga konektivitas wilayah.












Komentar