Muara Teweh, Baritoraya.com – Usai Kabupaten Barito Utara meraih Juara Umum Terbaik I pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ke-XXXIII, dorongan evaluasi dan pembenahan mulai disuarakan. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Barito Utara Fraksi PKB, H. Parmana Setiawan, S.T., yang meminta agar sistem pembinaan MTQH diperkuat secara profesional dan tidak hanya dilakukan menjelang lomba.
“Kemenangan ini membanggakan, tetapi mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraih. Pembinaan qori-qoriah harus lebih ketat, profesional, dan terukur agar kita tidak terjebak pada euforia semata,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Parmana menegaskan bahwa kemenangan di MTQH kali ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pembinaan. Ia menilai MTQH bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari syiar Islam dan ukuran kualitas pembinaan umat di daerah.
“Prestasi tidak muncul secara instan. Harus ada proses dan evaluasi menyeluruh. MTQH wajib menjadi titik balik untuk memperkuat pembinaan umat,” katanya.
Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya peran Kemenag, LPTQ, pelatih, dan pengurus tingkat kecamatan dalam memperkuat sinergi pembinaan.
“Pembinaan harus berjalan sepanjang tahun, bukan musiman. Sistem seleksi harus diperketat, pelatih dipersiapkan, dan mekanisme pembinaan dibuat lebih profesional,” jelas Parmana.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk memperkuat dukungan anggaran, menyediakan fasilitas pelatihan, dan membangun sistem pembinaan yang terstruktur.
“Pemkab harus melakukan evaluasi dan merancang program pembinaan yang berkelanjutan. Tahun depan kita harus bisa mengulang bahkan melampaui capaian ini,” tegasnya.
Dengan kemenangan ini, Barito Utara dinilai memiliki modal besar untuk tampil di level nasional asalkan pembinaan dan sinergi antar-lembaga diperkuat secara serius dan terukur.












Komentar