Muara Teweh, Baritoraya.com – Persoalan infrastruktur, pertanian, kesehatan, dan pendidikan menjadi sejumlah aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Desa Sei Rahayu II, Kabupaten Barito Utara, Senin (26/10/2026).
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gun Sriwitanto, S.H., mengatakan berbagai usulan masyarakat akan ditampung dan dikawal untuk diperjuangkan sesuai kebutuhan serta skala prioritas pembangunan.
Dalam hasil reses tersebut, warga menyampaikan kebutuhan terkait pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, sumur bor, bantuan bibit dan benih pertanian, serta dukungan terhadap sektor kesehatan dan pendidikan. Aspirasi mengenai tempat ibadah juga menjadi salah satu perhatian masyarakat.
“Intinya kita kawal karena itu salah satu program strategis dan program bupati. Artinya, tetap kita tampung, kita kawal, dan kita evaluasi hasil-hasil proses sebelumnya, mana yang sudah terealisasi, mana yang belum,” ujar Gun saat menjelaskan hasil penyerapan aspirasi masyarakat, Selasa (27/10/2026) di Muara Teweh.
Menurutnya, setiap usulan perlu ditelaah agar dapat diketahui tingkat urgensi dan prioritasnya. Evaluasi terhadap usulan yang telah disampaikan sebelumnya juga diperlukan untuk melihat sejauh mana realisasi program yang diharapkan masyarakat.
Salah satu aspirasi yang dinilai penting berkaitan dengan kebutuhan pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan wilayah sekitar Desa Sei Rahayu I dan Sei Rahayu II.
Gun menjelaskan, masyarakat mengusulkan pengerasan jalan serta pembangunan jembatan pada jalur yang dapat menjadi akses alternatif ketika banjir atau kondisi jalan utama terganggu.
Keberadaan jalur alternatif tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama menjelang musim hujan. Akses jalan yang tetap berfungsi juga penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga dan pengangkutan hasil panen.
Jika akses utama terganggu akibat banjir, masyarakat membutuhkan jalur lain agar aktivitas sehari-hari tidak terhambat. Karena itu, usulan pengerasan jalan dan pembangunan jembatan dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur.
Gun menyebut aspirasi mengenai jalan tembus tersebut menjadi salah satu usulan yang disampaikan warga dalam kegiatan reses di wilayah Sei Rahayu.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perkebunan. Usulan bantuan bibit dan benih menjadi bagian dari aspirasi yang diharapkan dapat mendukung kegiatan produksi masyarakat.
Di bidang kesehatan, warga mengusulkan perhatian terhadap kebutuhan dokter dan tenaga medis. Sementara di sektor pendidikan, masyarakat berharap adanya dukungan yang dapat menunjang akses dan pelayanan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Beringin Raya juga disebut mengusulkan pengadaan bus untuk mengangkut anak sekolah. Usulan tersebut diarahkan kepada pemerintah untuk dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Aspirasi mengenai tempat ibadah turut disampaikan warga sebagai bagian dari kebutuhan pembangunan di lingkungan masyarakat.
Gun menegaskan bahwa seluruh usulan akan ditampung, kemudian dikawal dan dievaluasi berdasarkan prioritas. Namun, penyampaian aspirasi dalam kegiatan reses belum berarti seluruh usulan telah disetujui atau masuk dalam program pembangunan yang akan direalisasikan.
Kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Desa Sei Rahayu II dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Merry Rukaini, M.IP, bersama sejumlah anggota DPRD, yakni Dr. H. Tajeri, S.E., M.M., S.H., M.H., Patih Herman AB, Gun Sriwitanto, S.H., dan H. Nurul Anwar, S.E., M.A.P.
Reses menjadi salah satu sarana bagi anggota DPRD untuk bertemu masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, serta menghimpun masukan yang dapat menjadi bahan dalam pembahasan dan perencanaan pembangunan daerah.
Gun berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi agar usulan yang belum terealisasi dapat ditinjau kembali berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.
Dengan adanya penyerapan aspirasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Barito Utara, terutama terkait akses infrastruktur, pelayanan dasar, dan penguatan sektor pertanian.



















Komentar