oleh

Pemuda Asal Barito Selatan Tewas dalam Duel Maut di Tapin, Polisi Dalami Motif Perkelahian

banner 468x60

Tapin, Baritoraya.com – Malam akhir pekan di kawasan Rantau Baru, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, mendadak berubah mencekam. Sabtu (8/11/2025) malam, dua pemuda terlibat dalam perkelahian berdarah yang berujung maut dan menggegerkan warga sekitar.

Korban meninggal diketahui bernama Hidayat Ray Kusuma (20), pemuda asal Kabupaten Barito Selatan, yang tewas seketika di lokasi kejadian dengan tubuh bersimbah darah akibat luka tikaman. Sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan saat ini dirawat intensif di RSUD Datu Sanggul Rantau.

Menurut keterangan saksi mata, perkelahian bermula dari adu mulut antara dua kelompok pemuda yang diduga saling tersinggung di sebuah tempat keramaian. Suasana sempat mereda, namun kemudian kembali memanas hingga terjadi perkelahian yang melibatkan senjata tajam.

“Awalnya cuma ribut biasa, tapi tiba-tiba ada yang teriak minta tolong, lalu kami lihat satu orang sudah tergeletak penuh darah,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya.

Insiden itu membuat warga panik. Beberapa orang sempat mencoba menolong korban, namun nyawa Hidayat tak tertolong akibat luka tusuk yang cukup dalam di bagian dada dan perut.

Menindaklanjuti laporan warga, aparat Polres Tapin bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman, sekitar pukul 03.00 WITA, Minggu (9/11/2025) dini hari.

“Kasus ini sedang kami tangani. Pelaku sudah diamankan, dan penyidik masih mendalami motif di balik perkelahian itu. Keterangan resmi akan disampaikan langsung oleh Kapolres Tapin,” ujarnya Kasi Humas Polres Tapin, Ipda Subhan.

Polres Tapin saat ini menangani dugaan tindak pidana pembunuhan, sementara Polsek Tapin Utara fokus pada penganiayaan yang terjadi di waktu bersamaan. Polisi juga telah mengamankan barang bukti senjata tajam dan mengambil keterangan sejumlah saksi.

Meski penyelidikan masih berlangsung, dugaan sementara mengarah pada pertikaian yang dipicu oleh masalah pribadi, namun polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh alkohol dalam insiden tersebut.

“Kami imbau masyarakat agar tidak terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang,” tegas Ipda Subhan.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi generasi muda agar tidak mudah terbawa emosi. Perkelahian yang diawali hal sepele justru berujung pada kehilangan nyawa, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan pelaku.

Kasus kekerasan antar pemuda seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah Kalimantan Selatan, dan aparat kepolisian berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran penting dari peristiwa tragis ini.

“Satu emosi bisa menghancurkan dua kehidupan korban kehilangan nyawa, pelaku kehilangan masa depan,” ucap seorang warga Rantau Baru yang turut mengikuti prosesi evakuasi malam itu.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *