Murung Raya, Baritoraya.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Al-Istiqlal Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura), Jumat malam (30/1/2025), dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat akhlak, iman, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan keagamaan ini dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Murung Raya, di antaranya Bupati Mura yang diwakili Kepala DP3DaldukKB Kabupaten Murung Raya Pirman Prihatin, Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah, perwakilan Kejaksaan Negeri Murung Raya, organisasi keagamaan, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh agama.
Dalam sambutan tertulis Bupati Murung Raya Heriyus yang dibacakan Pirman Prihatin, disampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Nabi Muhammad SAW adalah teladan paripurna, tidak hanya sebagai pemimpin agama, tetapi juga pendidik, negarawan, dan sosok penuh kasih sayang. Nilai-nilai inilah yang perlu kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Pirman.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat, tempat memperkuat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun generasi muda Murung Raya yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Tuan Guru H. Ahmed Sufian Al Banjari menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan mendalam tentang keseimbangan antara logika dan iman, pentingnya ketenangan batin (rehat spiritual), keteguhan menghadapi ujian, serta konsep kepemimpinan yang melayani umat.
“Isra Mi’raj adalah panggilan spiritual agar fondasi keimanan kita tetap kokoh, tidak mudah goyah oleh arus informasi dan ketidakpastian di era modern,” ungkapnya.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan mampu menjadi sarana refleksi bersama dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta moralitas masyarakat Murung Raya demi terwujudnya kehidupan yang harmonis dan religius.













Komentar