Muara Teweh – Festival Budaya Barito Utara kembali digelar tahun ini dengan meriah, menampilkan beragam seni dan tradisi masyarakat Dayak. Acara tahunan ini menjadi ajang untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Bupati Barito Utara dalam sambutannya menyebutkan bahwa festival budaya bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk menjaga identitas masyarakat lokal.
“Budaya adalah kekayaan yang tidak ternilai. Festival ini harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai tradisi leluhur,” ujarnya.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pertunjukan tari-tarian khas Dayak, lomba musik tradisional, pameran kerajinan tangan, hingga bazar kuliner khas Barito Utara. Salah satu daya tarik utama adalah tarian penyambutan tamu yang dibawakan oleh puluhan penari muda dengan busana adat berwarna cerah.
Selain seni pertunjukan, festival juga menghadirkan ritual adat yang jarang ditampilkan di ruang publik. Hal ini membuat pengunjung semakin antusias, karena bisa menyaksikan langsung kekayaan tradisi masyarakat Dayak.
Pelaku UMKM lokal juga ikut meramaikan dengan menjual kerajinan anyaman, manik-manik, serta kuliner tradisional. Kehadiran festival ini memberikan dampak ekonomi, karena para pelaku usaha mendapatkan peluang promosi yang lebih luas.
Wisatawan dari luar daerah mengaku kagum dengan kekayaan budaya Barito Utara. Mereka berharap festival semacam ini terus digelar secara konsisten agar menjadi kalender wisata tahunan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Pemerintah daerah menargetkan festival budaya ini bisa masuk agenda promosi pariwisata Kalimantan Tengah. Dengan promosi yang lebih masif, Barito Utara berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.













Komentar