Muara Teweh, Baritoraya.com – Kabupaten Barito Utara kembali menunjukkan wajah harmonisnya sebagai daerah multikultural yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Berdasarkan data terbaru dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 73,4 persen penduduk Barito Utara atau 116.391 jiwa tercatat beragama Islam per akhir tahun 2024.
Angka ini menempatkan Barito Utara di posisi keenam di Kalimantan Tengah dalam jumlah penduduk beragama Islam. Sementara itu, pemeluk agama lain juga hidup berdampingan secara damai, di antaranya Protestan 10,56 persen, Hindu 10,44 persen, Katolik 5,52 persen, serta pemeluk agama lain seperti Buddha, Konghucu, dan aliran kepercayaan.
Meski mayoritas penduduk beragama Islam, Barito Utara dikenal dengan tingginya tingkat toleransi antarumat beragama. Di berbagai kecamatan seperti Teweh Tengah, Lahei, dan Gunung Timang, kegiatan sosial dan keagamaan kerap melibatkan lintas agama sebagai bentuk persaudaraan dan gotong royong masyarakat.
“Kehidupan di Barito Utara adalah contoh konkret bagaimana perbedaan justru memperkuat persatuan. Umat beragama saling menghormati dalam menjalankan ibadahnya masing-masing,” tutur Kepala Kantor Kemenag Barito Utara, H. Arbaja, saat dimintai keterangan oleh Baritoraya.com, Jumat (7/11/2025).
Data menunjukkan, jumlah penduduk beragama Islam di Barito Utara bertambah 174 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan pertumbuhan populasi yang stabil.
Kenaikan ini juga diikuti dengan pembangunan sejumlah fasilitas keagamaan seperti masjid dan madrasah baru di beberapa kecamatan. Pemerintah daerah melalui Kantor Kemenag dan ormas Islam juga aktif melakukan pembinaan keagamaan serta penguatan nilai moderasi beragama di kalangan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong penerapan moderasi beragama sebagai pilar pembangunan sosial. Melalui forum-forum lintas agama, Pemkab aktif mengkampanyekan pentingnya dialog antarumat untuk menjaga keharmonisan yang telah terjalin.
“Tugas kita bukan hanya menjaga stabilitas sosial, tetapi juga memastikan generasi muda tumbuh dengan pemahaman keagamaan yang inklusif dan cinta tanah air,” ujar Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Kalimantan Tengah secara umum dikenal sebagai provinsi dengan indeks toleransi sosial tertinggi di luar Pulau Jawa.
Selain Barito Utara, daerah dengan jumlah penduduk Muslim tertinggi di Kalteng adalah Kotawaringin Timur (383.104 jiwa), Kapuas (341.966 jiwa), dan Palangka Raya (220.481 jiwa).
Kehidupan harmonis antarpemeluk agama ini menjadi aset penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah tengah Kalimantan.












Komentar