Nezar Patria: Talenta Digital Lokal Jadi Kunci Daerah Hadapi Keterbatasan Infrastruktur

Jakarta, Baritoraya.com– Keterbatasan infrastruktur dan anggaran tidak seharusnya menjadi penghambat bagi daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis teknologi. Pemanfaatan sumber daya manusia serta kemampuan mengadaptasi teknologi sesuai kebutuhan masyarakat justru menjadi modal penting dalam mendorong transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, saat menghadiri Sarasehan Pembangunan Daerah di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (3/11/2026).
Nezar menilai setiap daerah memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong lahirnya talenta-talenta digital yang mampu menciptakan solusi berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” tegas Nezar.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak selalu harus dimulai dengan pembangunan infrastruktur berbiaya besar. Daerah dapat memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia mencontohkan perkembangan industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Tiongkok. Negara tersebut mampu menghasilkan model AI yang kompetitif melalui penguatan penelitian dan pengembangan talenta digital, meskipun menghadapi keterbatasan akses terhadap perangkat komputasi canggih.
“Model AI tersebut kini menjadi pilihan di dunia, mampu bersaing meskipun menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dari kompetitornya. Kekuatannya adalah di talenta digitalnya,” kata Nezar.
Nezar menegaskan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan transformasi digital. Kemampuan mengembangkan dan menyesuaikan teknologi menjadi faktor penting agar inovasi dapat memberikan manfaat nyata.
“Bagaimana kita mengadopsi dan mengadaptasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa menjawab secara konkret kebutuhan-kebutuhan praktis di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan penerapan teknologi digital di sektor pertanian. Pemanfaatan sensor elektronik dapat membantu petani memantau pertumbuhan tanaman, mendeteksi serangan hama, mengukur kandungan unsur hara tanah, serta memantau kebutuhan air dan perubahan kondisi iklim.
Penggunaan teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperbaiki perencanaan rantai pasok hasil pertanian.
Nezar mengingatkan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya diukur dari kemampuan masyarakat menggunakan perangkat teknologi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.
“Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi,” tutupnya.
Melalui penguatan talenta digital dan pemanfaatan teknologi tepat guna, daerah diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan peluang ekonomi baru tanpa harus selalu menunggu tersedianya infrastruktur teknologi yang canggih. (Kkg/Sumber Foto : Humas Kemkomdigi)










Tinggalkan Balasan