Muara Teweh, Baritoraya.com – Peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 di Kabupaten Barito Utara diisi dengan kegiatan sosial dan silaturahmi. Polres Barito Utara bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Barito Utara mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Rabu (16/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya perempuan yang tengah menjalani masa pembinaan di Lapas Muara Teweh.
Rombongan disambut Kepala Lapas Muara Teweh Halasson Sinaga bersama jajaran pejabat Lapas serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Muara Teweh.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Barito Utara AKBP Irnanda Oktora, S.I.K., M.I.K., para pejabat utama Polres Barito Utara, Pengurus Bhayangkari Cabang Barito Utara serta warga binaan perempuan Lapas Muara Teweh.
Kegiatan tidak hanya diisi dengan silaturahmi. Ketua Bhayangkari Cabang Barito Utara juga menyerahkan bantuan tali kasih secara langsung kepada perwakilan WBP perempuan.
Bantuan tersebut berupa paket obat-obatan, masker serta berbagai perlengkapan kebutuhan khusus perempuan yang dapat menunjang kesehatan dan kebersihan diri selama menjalani masa pembinaan.
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Para warga binaan perempuan menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur.
Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial dalam memperingati HKGB ke-74. Lebih dari itu, kunjungan diharapkan menjadi sarana memberikan dukungan moril dan motivasi kepada para WBP perempuan.
Kepedulian tersebut diharapkan dapat mendorong para warga binaan untuk tetap menjalani proses pembinaan dengan semangat serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan memperbaiki diri.
Pihak Lapas Muara Teweh bersama jajaran DWP turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan sinergi yang diberikan Polres serta Bhayangkari Cabang Barito Utara.
Kunjungan dan bantuan tersebut dinilai memiliki arti bagi warga binaan, terutama dalam mendukung kebutuhan kesehatan dan memberikan perhatian sosial selama mereka menjalani masa pembinaan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama antara rombongan, jajaran Lapas, DWP serta warga binaan perempuan.
Suasana hangat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan juga membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak.













Komentar