Muara Teweh, Baritoraya.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Fraksi Partai Demokrat, Patih Herman AB, menyoroti penanganan pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan sempat membuat resah warga di kawasan Jalan Sengaji Hilir, Muara Teweh.
Menurut Athink sapaan akrabnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Sosial PMD, hingga Dinas Kesehatan agar penanganannya dilakukan secara tepat dan manusiawi.
“Kami meminta dinas terkait bisa mengakomodir permasalahan ini karena sudah menjadi keresahan masyarakat,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Legislator yang membidangi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat itu menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut terkait kondisi pria tersebut agar penanganannya tidak keliru.
“Apakah memang benar ODGJ atau hanya motif tertentu, tentu harus dipastikan terlebih dahulu. Yang jelas perlu ada pembinaan dan penanganan supaya tidak kembali meresahkan warga,” katanya.
Ia mengaku masyarakat sudah cukup lama merasa terganggu dengan keberadaan pria tersebut yang disebut kerap meminta uang kepada warga maupun pelaku usaha dengan cara memaksa.
“Bahkan saya sendiri pernah mengalami saat parkir di sekitar ATM Pasar Pendopo. Dia datang meminta uang dan terkesan memaksa,” ungkapnya.
Sebelumnya, kasus tersebut viral di media sosial setelah akun Facebook Rendra HRmawan mengunggah rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria diduga mengancam pegawai toko kosmetik sambil meminta uang di kawasan Sengaji Hilir Muara Teweh.
Unggahan itu kemudian menuai perhatian luas dari masyarakat karena pria tersebut disebut sering mendatangi toko-toko di kawasan tersebut selama bertahun-tahun.
Kasatpol PP Kabupaten Barito Utara, Suparmi, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
Pria tersebut kini telah diamankan dan diserahkan kepada Dinas Kesehatan serta dititipkan sementara di rumah singgah milik Dinas Sosial PMD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
DPRD Barito Utara berharap adanya langkah berkelanjutan berupa pemeriksaan kesehatan jiwa, pembinaan sosial, hingga pendampingan medis agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat. (Iskandar)













Komentar