Muara Teweh, Baritoraya.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai mempersiapkan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur melalui program pelebaran jalan di kawasan dalam Kota Muara Teweh. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas akses transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyampaikan bahwa pemerintah telah memastikan dukungan anggaran sekitar Rp3,2 triliun yang akan digunakan untuk berbagai program pembangunan prioritas daerah pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan sosialisasi pengadaan tanah untuk pelebaran jalan yang digelar di Aula C Setda Barito Utara, Senin (12/1/2026).
“Alhamdulillah, anggaran pembangunan untuk Kabupaten Barito Utara sudah masuk dengan total kurang lebih Rp3,2 triliun. Ini menjadi salah satu alokasi terbesar di Kalimantan Tengah pada tahun ini,” ujar Shalahuddin.
Dalam program tersebut, sejumlah ruas jalan strategis di Muara Teweh direncanakan akan diperlebar, di antaranya Jalan Yetro Sinseng, Jalan Pramuka, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Ahmad Yani.
Selain peningkatan kapasitas jalan, pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan kawasan waterfront city di sepanjang tepian Sungai Barito, mulai dari Jembatan Hasan Basri hingga kawasan Karang Jawa, yang nantinya akan menjadi salah satu ikon pengembangan kota.
Bupati menegaskan bahwa proses pengadaan tanah yang terdampak proyek pembangunan akan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan. Penentuan nilai ganti rugi lahan tidak ditetapkan langsung oleh pemerintah daerah, melainkan melalui penilai independen (appraisal) yang memiliki kompetensi resmi.
“Nilai ganti rugi akan dihitung oleh konsultan penilai independen sehingga prosesnya objektif dan transparan. Pemerintah tidak menentukan secara sepihak,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten III Setda Barito Utara H. Yaser Arapat, Kepala Dinas PUPR M. Iman Topik, Kepala Dinas Perkimtan H. Junaidi, perwakilan Badan Pertanahan, serta masyarakat yang lahannya terdampak rencana pembangunan.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menerima masukan dan aspirasi sebelum tahapan pembangunan dilaksanakan.
Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan Kota Muara Teweh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barito Utara.


















Komentar