Barito Utara – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Barito Utara kini semakin gencar memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Mulai dari media sosial, marketplace, hingga aplikasi belanja online lokal, pelaku UMKM mulai menyadari pentingnya transformasi digital dalam mendukung keberlanjutan usaha mereka.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Barito Utara menyebutkan bahwa pandemi lalu menjadi titik balik bagi pelaku usaha. Banyak yang awalnya hanya mengandalkan penjualan konvensional, kini beralih ke strategi pemasaran digital.
“Jika dulu mereka hanya menunggu pembeli di toko, sekarang sudah aktif berjualan lewat Facebook, Instagram, hingga TikTok Shop. Beberapa bahkan sudah masuk ke marketplace nasional,” jelasnya.
Pemkab Barito Utara turut mendukung dengan menyediakan pelatihan literasi digital bagi pelaku UMKM. Program ini mencakup cara membuat konten promosi menarik, strategi penjualan online, hingga manajemen keuangan digital.
Salah satu pelaku UMKM di Muara Teweh mengaku omzetnya meningkat hingga 40 persen setelah berjualan melalui marketplace. Produk keripik singkong khas Barito yang awalnya hanya dipasarkan di lingkup lokal, kini bisa dipesan hingga luar provinsi.
Selain memperluas pasar, digitalisasi UMKM juga berdampak pada peningkatan daya saing. Produk-produk lokal kini lebih mudah dikenal, bahkan berpotensi menembus pasar nasional. Pemerintah daerah berharap, dengan digitalisasi, UMKM Barito Utara dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama akses jaringan internet di beberapa wilayah pedalaman yang masih terbatas. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak penyedia telekomunikasi agar infrastruktur internet lebih merata.
Dengan langkah ini, diharapkan UMKM di Barito Utara tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi di era digital.












Komentar