Palangka Raya, Baritoraya.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan pangan pokok di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional, gudang Bulog, serta distributor LPG di Kota Palangka Raya, Jum’at (6/2/2026).
Pemantauan dilakukan di Pasar Besar Palangka Raya, Pasar Kahayan, Gudang Bulog, hingga pangkalan dan pengecer LPG 3 kilogram. Kegiatan ini melibatkan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, serta unsur perangkat daerah dan instansi vertikal terkait.
Yuas Elko menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan stok beras dan bahan pangan strategis lainnya masih mencukupi untuk empat sampai enam bulan ke depan. Kondisi ini dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus menopang daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Secara umum stok aman dan distribusi berjalan normal. Ini penting untuk menjaga ketenangan masyarakat agar tidak terjadi kepanikan dalam berbelanja,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas tertentu, terutama cabai rawit dan cabai merah, yang telah menembus kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Selain itu, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah pedalaman yang harganya relatif tinggi.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah Agus Candra menjelaskan, fluktuasi harga menjelang Ramadan merupakan siklus tahunan. Namun, pemerintah akan memastikan agar lonjakan harga tidak berlangsung lama dan tetap dalam batas wajar.
“Pemprov Kalteng bersama TPID akan menyiapkan langkah-langkah pengendalian, termasuk pasar murah dan penguatan distribusi, agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Pemprov Kalteng juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, stabilitas harga dan pasokan pangan diharapkan tetap terjaga selama bulan Ramadan.












Komentar