Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk aktif mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia menegaskan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan pokok.
Hal tersebut disampaikan Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar di Aula Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa lonjakan inflasi yang terjadi pada Februari secara year on year (YoY) tidak disebabkan oleh kelangkaan bahan pokok. Ia menyebut pasokan pangan, khususnya beras, masih berada pada level yang sangat mencukupi.
“Stok pangan nasional aman. Masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan panic buying,” tegas Tito.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki cadangan beras nasional sekitar 4 juta ton. Pemerintah melalui Perum Bulog juga telah melakukan intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menyalurkan sekitar 1 juta ton beras ke masyarakat.
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah, Mendagri meminta kepala daerah memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, serta pengelola pasar.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta aktif menggelar Gerakan Pasar Murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Peran kepala daerah sangat penting untuk memastikan distribusi berjalan baik dan masyarakat merasa tenang karena ketersediaan stok mencukupi,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh para kepala daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas ekonomi nasional menjelang perayaan Idulfitri.












Komentar