oleh

MBG Dorong Penyerapan Jutaan Tenaga Kerja, Daerah Diminta Siap Jadi Penopang Produksi Pangan

banner 468x60

Medan, Baritoraya.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama penyerapan tenaga kerja terbesar di Indonesia, seiring dengan masifnya pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah. Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat meresmikan dapur SPPG di Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026).

Bima mengungkapkan, hingga saat ini jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 60 juta jiwa dan ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 80 juta jiwa pada akhir tahun. Dengan skala sebesar itu, kebutuhan dapur produksi, tenaga kerja, serta suplai bahan pangan dipastikan terus meningkat.

“Kalau seluruh dapur sudah berjalan dan melayani sekitar 82 juta penerima manfaat, potensi penyerapan tenaga kerja formal bisa mencapai 5 juta orang. Ini angka yang sangat besar,” ujar Bima.

Ia menekankan, tenaga kerja tersebut tidak hanya terserap di sektor dapur MBG, tetapi juga di sektor hulu seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga distribusi pangan lokal. Karena itu, daerah diminta tidak pasif dan segera mempersiapkan ekosistem pendukung.

Menurutnya, MBG merupakan instrumen pemerataan ekonomi karena dana yang bersumber dari APBN kini langsung berputar di daerah, tidak lagi terpusat di ibu kota.

“Uang negara sekarang hadir di desa-desa, di petani, peternak, nelayan, dan UMKM. Inilah yang kita sebut pemerataan ekonomi dari pusat ke daerah,” jelasnya.

Namun demikian, Bima mengingatkan masih terdapat tantangan di lapangan, khususnya terkait ketersediaan bahan baku lokal. Ia meminta pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan sinkronisasi data agar dapur MBG benar-benar menyerap produk pangan dari wilayah setempat.

Selain aspek ekonomi, Wamendagri juga menegaskan pentingnya pengawasan kualitas produksi makanan. Ia menginstruksikan agar standar higienitas dan pengelolaan limbah dapur menjadi perhatian utama guna menjamin keberlanjutan program nasional tersebut.

Peresmian dapur SPPG Amplas turut dihadiri Ketua Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia Chandra Tirta Wijaya, Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara, Kepala KPPG Medan Donald Simanjuntak, serta unsur terkait lainnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *