oleh

Lingkungan DAM Trinsing Terdampak Sedimentasi, DPRD Barito Utara Minta Pemulihan Segera Dilakukan

banner 468x60

Muara Teweh, Baritoraya.com – Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan aduan masyarakat terkait keruhnya air serta menurunnya kualitas lingkungan di kawasan DAM Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, sejumlah anggota DPRD Barito Utara bersama instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi terkini, Selasa (18/11/2025).

Dalam pengecekan lapangan tersebut, ditemukan adanya sedimentasi berat, pendangkalan saluran irigasi, dan air keruh yang berdampak ke berbagai sektor. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas pariwisata, perikanan, serta produktivitas pertanian masyarakat setempat.

“DAM Trinsing selama ini menjadi kebanggaan masyarakat, bahkan menjadi destinasi wisata lokal. Tapi sekarang airnya keruh dan menurun drastis kualitasnya. Ini harus segera ditangani,” ujar Anggota DPRD Ardianto.

Keruhnya air mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung ke lokasi wisata DAM Trinsing, yang selama ini menjadi penyumbang PAD sektor pariwisata. UMKM sekitar lokasi pun mulai terdampak, karena berkurangnya wisatawan.

Selain itu, budidaya ikan warga juga terganggu, karena air yang tidak jernih membuat ikan sulit berkembang. Para petani padi turut merasakan dampaknya, sebab air irigasi mengalami penurunan kualitas.

PT EBA, yang diduga sebagai salah satu penyebab sedimentasi akibat bekas galian tambang, turut hadir dalam peninjauan. Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan menyatakan kesiapan untuk melakukan pemulihan.

Mereka berkomitmen melakukan Reklamasi dan normalisasi sungai, Penjernihan air, Analisis lingkungan lanjutan, Kegiatan sosial untuk mendukung warga terdampak.

“Kami ingin memastikan pemulihan dilakukan, agar lingkungan kembali pulih dan masyarakat tidak terus dirugikan,” ungkap perwakilan PT EBA, Bayu, saat ditemui di lokasi.

Anggota DPRD Gun Sriwitanto menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses pemulihan hingga benar-benar selesai.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi sudah menyentuh persoalan ekonomi masyarakat. Pemerintah dan perusahaan harus bergerak cepat untuk memulihkan kondisi lingkungan di Trinsing,” tegasnya.

Pengecekan lapangan ini juga diikuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara, dengan pengambilan sampel air dan pengukuran pH tanah untuk analisis lanjutan.

Masyarakat berharap langkah ini menjadi awal pemulihan menyeluruh demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan desa.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *