KLIKKALTENG, Palangka Raya – Upaya pengendalian inflasi pangan menjelang Ramadan 1447 H di Kalimantan Tengah diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang dipusatkan di Palangka Raya ini tidak hanya menghadirkan pangan dengan harga di bawah pasar, tetapi juga menjadi penegasan bahwa stok pangan daerah dalam kondisi aman hingga enam bulan ke depan berdasarkan perhitungan bersama Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan bahwa GPM merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah agar lonjakan harga jelang HBKN tidak membebani masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng Agus Candra menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung pimpinan daerah untuk memastikan ketahanan pangan kuat dan harga tetap terkendali.
“Stok pangan kita sekitar 14.706 ton, ini cukup hingga enam bulan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kelangkaan barang jelang Ramadan,” ujarnya.
Dalam GPM ini, harga beras premium 5 kg dijual Rp59.000, beras SPHP Rp58.000, gula Rp15.000/kg, minyak goreng Rp17.000/liter, bawang merah Rp32.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih rendah dari pasaran.
Pelaksanaan GPM dilakukan serentak di sembilan kabupaten/kota termasuk Palangka Raya, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, dan Katingan, sementara daerah lain menyusul pada bulan yang sama.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi “tameng inflasi” saat permintaan bahan pokok meningkat tajam menjelang Ramadan.












Komentar