Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur semakin serius menggalakkan gerakan pencegahan stunting. Berbagai program diluncurkan, mulai dari edukasi gizi seimbang, pemberian makanan tambahan, hingga peningkatan peran posyandu di setiap desa.
Wakil Bupati Barito Timur menyebutkan bahwa angka stunting masih menjadi perhatian serius. Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja sama menekan kasus ini melalui pendekatan lintas sektor.
“Pencegahan stunting bukan hanya tugas dinas kesehatan, tetapi juga melibatkan pendidikan, pertanian, bahkan tokoh masyarakat,” ujarnya.
Salah satu langkah nyata adalah program pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Selain itu, kader posyandu diberikan pelatihan agar lebih aktif dalam memantau tumbuh kembang anak.
Dinas Pertanian juga berkontribusi dengan mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan buah, sehingga ketersediaan pangan bergizi lebih mudah diakses.
Masyarakat desa memberikan apresiasi terhadap program ini. Seorang ibu rumah tangga di Tamiang Layang mengaku terbantu karena mendapat pemahaman baru mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak.
Selain itu, Pemkab juga menggandeng Bulog untuk memastikan ketersediaan beras dan bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau. Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pengamat kesehatan menilai program pencegahan stunting di Barito Timur sudah berada di jalur yang benar. Namun, keberhasilan program akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan.
Dengan upaya terpadu ini, Pemkab menargetkan angka stunting turun drastis pada tahun 2027. Pemerintah yakin generasi muda Barito Timur dapat tumbuh lebih sehat dan produktif jika masalah gizi dapat diatasi sejak dini.












Komentar