Murung Raya, Baritoraya.com — Julukan “bupati termiskin” yang sempat melekat pada Heriyus M Yoseph, Bupati Murung Raya, justru menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak selalu diukur dari harta. Di bawah kepemimpinannya, Murung Raya kini menorehkan capaian luar biasa dan berhasil masuk peringkat ke-4 tertinggi Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kalimantan Tengah.
Heriyus, yang diketahui memiliki harta kekayaan paling rendah di antara kepala daerah se-Kalteng, terus berfokus pada pemerataan pembangunan. Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan bukan sekadar soal anggaran, tapi tentang komitmen dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
“Saya ini bukan orang kaya, tapi saya ingin daerah kita kaya potensi, kaya kesempatan untuk masyarakat,” ujarnya dalam salah satu agenda di Puruk Cahu, Senin (7/10).
Kabupaten Murung Raya merupakan kabupaten terluas di Kalteng, dengan luas mencapai 23.575,30 km². Tantangan besar seperti infrastruktur terbatas dan jarak antardesa yang jauh, justru menjadi motivasi bagi Pemkab untuk memperkuat konektivitas dan akses ekonomi.
Langkah-langkah strategis seperti pembangunan jalan antar kecamatan, pemberdayaan UMKM lokal, serta peningkatan layanan publik menjadi kunci peningkatan ekonomi daerah. Hasilnya, UMK Murung Raya terus meningkat setiap tahun, menunjukkan tren positif bagi kesejahteraan tenaga kerja.
Masyarakat pun mulai merasakan perubahan. Salah satu warga, Syarifudin, pedagang di Pasar Puruk Cahu, mengatakan harga kebutuhan pokok relatif stabil dan daya beli meningkat.
“Sekarang ramai, banyak proyek jalan juga buka peluang usaha baru. Bupati kami kerja nyata, bukan cuma janji,” ujarnya.
Heriyus berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi aparatur dan masyarakat agar terus menjaga integritas, disiplin, dan semangat gotong royong untuk memajukan Murung Raya.












Komentar