Muara Teweh, Baritoraya.com – Kepedulian terhadap warga terdampak musibah kembali ditunjukkan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin saat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di kawasan Jalan Merak Simpang Anem, Muara Teweh, Jumat (9/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang diberikan kepada korban tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga bantuan pribadi dari Bupati Shalahuddin bersama keluarganya sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang mengalami musibah.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Shalahuddin didampingi Sekretaris Daerah Muhlis serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Bupati Shalahuddin menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan resmi kepada pemilik rumah yang terdampak kebakaran sesuai dengan mekanisme penanganan bencana yang berlaku.
“Bantuan pemerintah telah disalurkan sesuai ketentuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang rumahnya terdampak kebakaran,” ujar Shalahuddin.
Namun demikian, ia menyadari bahwa tidak semua korban terdampak masuk dalam kategori penerima bantuan pemerintah, khususnya penyewa rumah atau penghuni ruko yang ikut mengalami kerugian akibat peristiwa tersebut.
Atas dasar kepedulian dan kemanusiaan, Bupati Shalahuddin bersama keluarganya memberikan bantuan tambahan secara pribadi kepada tiga orang penyewa rumah yang tidak termasuk dalam skema bantuan resmi pemerintah.
“Memang secara aturan mereka tidak masuk dalam penerima bantuan pemerintah, tetapi secara kemanusiaan kami merasa perlu membantu. Karena mereka juga terdampak dan kehilangan tempat tinggal,” ungkapnya.
Selain menyalurkan bantuan, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik maupun penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di dalam rumah.
Ia mengimbau warga untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik dan menjaga keamanan dapur guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga mendorong pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap jaringan listrik yang sudah tua agar potensi kebakaran akibat korsleting dapat diminimalisir.
Melalui langkah cepat dan kolaborasi antara pemerintah serta kepedulian sosial dari pimpinan daerah, diharapkan masyarakat yang terdampak musibah dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.












Komentar