Muara Teweh, Baritoraya.com – Fenomena antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) dan keterbatasan pasokan Gas Elpiji 3 kilogram di sejumlah titik di Muara Teweh menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi guna mencari solusi penanganan yang lebih terintegrasi.
Rapat yang berlangsung di Aula Setda Lantai I, Selasa (13/1/2026) itu dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan serta Sekretaris Daerah Muhlis, bersama jajaran kepala dinas terkait.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyoroti pentingnya penguatan pengawasan terhadap distribusi energi, khususnya BBM dan LPG bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Bupati H. Shalahuddin menyampaikan bahwa kelangkaan yang terjadi harus segera direspons dengan langkah konkret agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kita harus memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terus menghadapi antrean panjang akibat keterbatasan pasokan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti adanya indikasi penjualan bahan bakar dan LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Oleh karena itu, pengawasan dari instansi terkait akan semakin diperketat.
Sekretaris Daerah Muhlis menambahkan bahwa berbagai keluhan warga terkait kelangkaan BBM dan LPG sering muncul di media sosial. Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan distribusi energi masih menjadi isu yang sensitif di tengah masyarakat.
Sebagai upaya penanganan awal, rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah rencana penjadwalan pengisian BBM khusus untuk kendaraan dinas pemerintah di luar jam sibuk masyarakat.
Selain itu, Pemkab Barito Utara juga akan membentuk tim koordinasi khusus yang bertugas melakukan pemantauan kondisi distribusi BBM dan LPG di lapangan secara rutin.
Tim ini nantinya akan berperan sebagai pusat koordinasi antar instansi serta menjadi jalur komunikasi cepat apabila terjadi gangguan distribusi energi di wilayah Barito Utara.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap distribusi BBM dan LPG bersubsidi dapat kembali stabil serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih merata.












Komentar