banner 468x60

Jakarta, Baritoraya.com – Pemanfaatan teknologi digital mulai membawa perubahan dalam pengelolaan usaha budidaya perikanan. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) pada tambak ikan kerapu dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional pembudidaya.

Program yang didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tersebut menjadi salah satu upaya mendorong modernisasi sektor perikanan melalui penerapan teknologi tepat guna.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kami hadir menjalankan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal konsisten menyampaikan salah satu Asta Cita terkait ketahanan pangan. Karena itu, kami ingin memastikan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan langsung oleh petani dan petambak untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Meutya dalam kegiatan Teknologi Digital AIoT Tepat untuk Petani dan Pembudidaya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).

Melalui teknologi IoT, pembudidaya ikan kerapu dapat memantau sejumlah indikator kualitas air, seperti kadar oksigen, tingkat keasaman (pH), dan salinitas atau kadar garam. Data tersebut dapat dipantau melalui aplikasi sehingga kondisi lingkungan tambak lebih mudah dikendalikan.

Pemantauan secara digital membantu pembudidaya mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual tambak. Dengan demikian, pengelolaan kualitas air dan pemberian pakan dapat dilakukan secara lebih terukur.

Hasil penerapan teknologi selama kurang lebih lima bulan menunjukkan perkembangan positif. Penggunaan teknologi tersebut tercatat mampu menghemat pakan hingga 20 persen, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan atau survival rate sebesar 16 persen, serta mendorong peningkatan produktivitas budidaya lebih dari 24 persen.

Meutya menjelaskan, pengembangan teknologi akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas. Integrasi IoT dengan kecerdasan artifisial diharapkan dapat memperbanyak indikator budidaya yang dipantau sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan tambak.

“Dengan artificial intelligence digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan insyaallah efisiensinya semakin bertambah,” ujarnya.

Selain menyediakan dukungan teknologi, Kemkomdigi juga mendorong edukasi dan pendampingan bagi para pembudidaya agar mampu mengoperasikan perangkat digital secara optimal.

Program ini turut melibatkan perusahaan rintisan atau startup lokal dan inovator teknologi dalam mengembangkan perangkat serta aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan petani dan pembudidaya.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi ikan kerapu di Lamongan, tetapi juga menjadi contoh penerapan digitalisasi bagi sektor perikanan di daerah lain.

Melalui penguatan ekosistem digital, pemerintah mendorong pelaku usaha perikanan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperkuat kontribusi sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

banner 336x280